Thank you, next.
Terimakasih telah bersikap baik kepadaku, terimakasih telah menjadi teman, terimakasih waktu yang pernah kita habiskan.
Aku sempat berpikir kau tulus, berbeda dari yang sudah-sudah. Tapi nyatanya, kau pergi juga.
Bukannya aku sudah pernah bilang, aku tak ingin lagi membangun kisah asmara murahan, yang pastinya kandas dengan cepat.
Entah takut, atau memang sudah bosan, aku bosan jatuh cinta dengan pria yang salah, aku bosan patah hati untuk manusia bodoh, aku tak ingin lagi membuang waktu.
.
Kau juga mungkin lupa, bahwa aku pernah meminta bahkan ku sebut dalam tiap doa, bahwa aku tak ingin lagi, menjalani kisah cinta yang sia-sia.
Kau sungguh bukan sembarang pria, kau baik, tapi maaf, sekali lagi, mungkin aku memang terlalu takut.
Temui wanita lain, dan berbagialah¡
Aku sempat berpikir kau tulus, berbeda dari yang sudah-sudah. Tapi nyatanya, kau pergi juga.
Bukannya aku sudah pernah bilang, aku tak ingin lagi membangun kisah asmara murahan, yang pastinya kandas dengan cepat.
Entah takut, atau memang sudah bosan, aku bosan jatuh cinta dengan pria yang salah, aku bosan patah hati untuk manusia bodoh, aku tak ingin lagi membuang waktu.
.
Kau juga mungkin lupa, bahwa aku pernah meminta bahkan ku sebut dalam tiap doa, bahwa aku tak ingin lagi, menjalani kisah cinta yang sia-sia.
Kau sungguh bukan sembarang pria, kau baik, tapi maaf, sekali lagi, mungkin aku memang terlalu takut.
Temui wanita lain, dan berbagialah¡
Komentar
Posting Komentar