selamat jalan pria kata
Izinkan kuteguk habis kopiku dulu, biar yang tersisa hanya ampas yang ku ambangkan begitu saja. Gugur sudah air mata yang selama ini aku tahan kuat-kuat. Runtuh sudah pertahananku, hancur luluh lantah rata dengan tanah. Biarlah habis air mata pada malam yang bertabur bintang. Biar esokku cerah kembali seperti hari saat musim semi. Berkali-kali ku usap mata ini. Pedih rasa saat mata tak fokus melihat karna dipenuhi peluh yang bergelimang namun tak kunjung jatuh dan menggenang. Sesak rasa saat relung berisi butiran salju, berat dan beku. Sulit sekali bernafas dalam selingan tangis yang mengisak. Untuk kesekian kali, aku jatuh pada pada jurang cinta yang begitu dalam. Sangat dalam, bahkan cahaya mentari tak bisa menerobos celah tebingnya. Aku pincang, langkahku terseok. Aku buta dalam kegelapan. Sanggupkah aku bertahan dalam jurang yang gelapnya membutakan, dengan langkah kaki yang tidak pernah lagi sempurna? Paralis, mengapa begitu tiba-tiba kau meninggalkan ku ...