Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Diri

Nyatanya, gadis jelek, bodoh, miskin, tidak berbakat pemalas, itu adalah kata yang tepat menggambarkan diriku. Tak ada yg pantas menyukaiku. I have no friend. Hate my self.

Kesedihan

Tidakkah ini kasat mata ? Atau aku memang berusaha menutupinya.  Apakah ini tak kasat mata ? Atau aku yang terlalu berharap dirangkul olehmu. Aku tak ingin bicara. Kemarilah, berikan aku pundak kirimu Bersandarlah pada sofa ini, sebab aku tak ingin bicara.

Ganjil

Kita akan selalu ganjil, bagaimanapun cara untuk melengkapinya. Kita akan selalu kurang , sekeras apapun usaha untuk menutupinya. Kita adalah pilihan, dan memang begitu adanya. Kita akan selalu ganjil, ma. 

Bawa aku

Aku ingin pergi ke tempat di mana semua orang berjalan kaki Aku ingin tinggal di tempat yang lapang, di mana anak kita bebas bermain bola tanpa harus menjadi member Aku ingin tinggal di rumah dengan tetangga yang saling berkunjung Tolong, bawa aku. Jangan biarkan aku diterkam pikiran beku semalaman.

Kata

Tak ada kata-kata, mereka binasa diterpa nestapa, sungguh pelik ini semakin tidak masuk akal, seperti tidak berkesudahan dan bahkan belum mencapai klimaks. Aku sudah lelah, tapi jalan ceritaku nyatanya masih berlanjut. Pagi ke senja malam ke siang, nyatanya pahit itu semakin kental, seperti penyakit yang belum ditemukan penawarnya. Aku sungguh ringkih.  Tidakkah ini segera membaik ?