Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018
Sebutkan aku 3 alasan atau 5 atau sebanyak-banyaknya, untuk hidup!

05.58

Bagaimana rasanya jadi nama yang diteriaki dalam bantal yang menyumpal suara ? Bagaimana rasanya jadi yang ditunggu dalam waktu gelap semalaman ? Bagaimana rasanya jadi pemicu badai salju di kepala ? Bagaimana rasanya jadi alasan untuk sebuah tulisan yang kurilis pagi ini ? Bagaimana rasanya jadi kamu ? Pengendara.
Hari ini aneh, aku menjadi tempat curhat dari 2 orang temanku yang putus pacaran, yang satu karena si cowok selingkuh, yang lain karena masalah yang tidak jelas, kebosanan adalah kemungkinan terbesar. Kau tau ? Salah satu alasan aku tidak lagi pacaran adalah kekerasan, bukan tampol tampolan atau gampar gitu, tapi kekerasan psikis, dimana terkadang aku harus meminta maaf atas alasan yang pacarku buat, misalnya kita sudah janji akan ketemu di hari Sabtu di tempat yang telah ditentukan. Lalu ketika aku sudah sampai, tiba-tiba pacarku membatalkan secara sepihak. Aku marah, dan jadilah cekcok, pacarku bilang "kamu gak ngertiin aku blablabla" Akhirnya aku yang minta maaf "iya maafin aku udah marah2". Atau lain kasus, aku harus menahan amarah, saat pacarku ketahuan chatting dengan perempuan lain, dan isi chattingnya adalah janjian untuk menonton di bioskop. Aku marah, lalu besoknya pacarku datang membawa makanan kesukaan, seolah gak apa-apa. Seolah dia udah ngejelasi...

Kemana hilangnya ?

Aku kehilangan hatiku. Aku kehilangan mataku, aku kehilanga rasaku. Lidahku kehilangan sensornya, semua makanan adalah pahit. Kulitku mengeras menjadi duri, semua yang kusentuh adalah aspal panas. Aku kehilangan diriku, semua yang kau tahu tentangku adalah bukan aku. Aku mati dalam diri. Aku telah hilang. Cari aku dalam benak hatimu. Selamat mencari, semoga kau menemukannya.