Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Sekarang.

Lucunya, gue sekarang jadi pendiem. Lebih suka mendengarkan lalu menulis, lalu membaca, lalu tertidur, dan buang air. Orang-orang sudah terlalu berisik, berkoar sana sini, yang satu membenarkan suatu pernyataan dengan apapun alasannya, yang satu menyalahkan suatu pernyataan dengan membabi buta, ah udah babi buta lagi.   Dulu, waktu pertama kali iklan beng-beng keluar, gue jijik banget sumpah, gara-gara beng-beng dingin ama enggak aja, pasangan itu harus putus, goblok! Pembodohan. Tapi sekarang,   gue sadar, tempat gue hidup ternyata jauh lebih menjijikan, beda argumen fitnah-fitnahan, beda pilihan ngotot-ngototan, beda organisasi maen bacok-bacokan. Gue sumpek, gerah, ternyata benar kata aw karin, lo semualah yang paling benar, lo semua nilai kita dari luar, tatoan tapi gak pake narkoba!   Semua merasa jadi   yang benar, apapun yang mendukung argumen dia, di copy paste, buat jadi rujukan, nih loh menurut koran yang ada di internet gue bener! Gue bener! Lo m...

Untukmu yang di Papua

Untuk mu yang sedang di Papua Aku sedang belajar matematika Sebelum akhirnya aku muak Lalu diam dan tiba-tiba saja melihatmu                   Terbayang saat pertama jumpa Bertemu kamu lalu merubah hariku Merubahku dan semua tentang hidupku Aku rindu kita bersaut-sautan dalam debat Saling bertukar cerita dan ide Lalu merangkumnya dalam satu wacana Tapi tiba-tiba kau pergi Meninggalkan aku dan segala wacana kita Meninggalkan ide yang ingin beradu dengan dirimu Meninggalkan aku dengan seribu tanda tanya Sedang apa kau di sana ? Kapan kembali ? Kapan kita berdebat lagi ? Aku bingung dengan semua pertanyaan Bagaimana ini bagaimana itu aku tak tau harus jawab apa Selain membicarakan fakta dan sedikit ngelantur Lalu setelah itu aku justeru terlihat bodoh Atas semua pencapaian ini Sebenarnya mengapa ? Apa yang ingin ku buat ? Mengapa harus in...

Untuk KPPJ

Terimakasih telah lahir dan bersamaku terimakasih telah mau menjadi pembunuh bosanku Terimakasih telah bersedia mengisi tahun emas ku Tak ada alasan istimewa untuk suatu perkumpulan yang ada gunanya Tidak ada alasan keren yang mengajak kita untuk terus burupaya Tidak ada penghargaan yang patut di sandingkan dengan kalian Orang bertanya mengapa ini mengapa itu Tapi aku sungguh buta alasan Tak ada yang istimewa kecuali waktu yang kita ciptakan Tak ada yang meriah kecuali kebersamaan kita Tidak ada yang berharga kecuali kesaudaran kita Sesungguhnya kita hanyalah insan yang tak mau terbunuh percuma Sesungguhnya kita adalah orang yang biasa saja kecuali pada kepekaan Para pembuang waktu yang tak tau entah sampai kapan waktunya lebih tersisa Pergi lalu rindu Bersama lalu bersua Sebulanku kemarin bagaikan seonggok daging tak bernayawa Hening senyap dan jenuh bosan tanpa jeda pariwara Begitulah aku jika tak ada tawa dari bibir kalian Tak ada berisik yang ditangkap tel...