Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

jangan hujan-hujanan nanti sakit

Kalau hujan neduh, jangan hujan-hujanan! Kalau kamu hujan-hujanan nanti kamu flu, kalau kamu flu nanti banyak pakai tissue. Aku gak rela. 

“Ohh ini Belinda yang di fesbuk ituuu”

Haii gaissss kabarnya gimana ? udah ada yang jadi korban karena mau fokus   UN ? :v   biasanya banyak kan yang kayak gitu, diputusin alesannya fokus UN eh besoknya punya pacar baru, kampret emang itu :v btw pernah :V Minggu sore seperti biasa, gue dan komunitas KPPJ ngajar di kampung akuarium, pasar ikan. Kali ini kita kedatangan tamu dari komunitas buki alias buku berkaki, ketika gue datang   anak-anak sudah mulai berbaris, artinya gue telat beberapa menit, maklum naik busway :v –alibi Gue pun salam-salaman sama kakak-kakak Buki sambil bertukar nama, “Belinda kak” kata gue, sambil salaman. “Ohh ini Belinda, Belinda yang di fesbuk ituu” “Fesbuk yang mana ya kak ?” “Yang ngirim chat ke Buki” “Oh iya aku”. Sampai tahap ini masih normal ya, walaupun gue kira tadi maksud dia itu “Ohh ini Belinda, Belinda yang di fesbuk ituu” (dalam hatinya: Yang jadul banget itu kan ? yang hari gini masih mainan facebook dan ignya kosong) Gue akhirnya larut dalam suka cita acara b...

Tak ada yang adil dari penyamarataan.

Adil dan samarata itu sangat jauh berbeda maknanya. Kita mungkin tahu ini sejak di bangku sekolah, tapi nyatanya sekolah saja tidak adil, mereka menyamaratakan pendidikan dari timur sampai barat. Padahal, kemampuan siswa di Jakarta jelas berbeda dengan siswa di Sulawesi, misal. Gue gak bilang di Jakarta siswanya pintar, sedangkan di Sulawesi bodoh. Tidak begitu, pendidikan tidak melulu pintar dan bodoh. Kebutuhan pendidikan di Jakarta jelas berbeda dengan di Sulawesi. Buat apa sih, anak-anak dibebankan dengan soal-soal berapa jarak bumi ke matahari, padahal memang tak ada orang yang pernah secara langsung mengukurnya. Kita terlalu sibuk menghitung seberapa cepat jatuhnya apel jika berada di ketinggian 20 mdpl blablabla, sedangkan hutan kita sedang digunduli habis-habisan. Gue tambah miris ketika tahu bahwa pendidikan adalah upaya untuk menyibukkan anak-anak suku, sehingga tidak meneruskan budayanya. (its real). Berarti gue gak usah sekolah dong ya ? Gak begitu juga! Jan...

Menulis

Menulis itu butuh komitmen, ketika   kita memulai menulis maka komitmen yang secara sadar atau tidak kita ambil adalah menyelesaikannya. Butuh konsisten, dan itu sulit, banyak orang gagal menulis   karena tidak konsisten. Menulis itu   bekerja untuk keabadian. Jadi   kalau ada salah satu orang yang berkata menulis untuk terkenal dan mencari sensasi, saya rasa itu salah besar. Merendahkan bahkan menistakan para penulis.