Menulis itu butuh komitmen, ketika kita memulai menulis maka komitmen yang secara sadar atau tidak kita ambil adalah menyelesaikannya. Butuh konsisten, dan itu sulit, banyak orang gagal menulis karena tidak konsisten. Menulis itu bekerja untuk keabadian. Jadi kalau ada salah satu orang yang berkata menulis untuk terkenal dan mencari sensasi, saya rasa itu salah besar. Merendahkan bahkan menistakan para penulis.
40 hari tanpa sosok Ayah. Yang tersulit setelah rasa kehilangan yang mendalam adalah membangun lagi mimpi-mimpi. menata kehidupan dengan tokoh yang tidak lagi lengkap,maka peran ganda akan disandang salah satunya. "Bagaimana selanjutnya ?" pertanyaan ini menggantung di mata, tapi tak pernah sekalipun aku ucapkan, aku hanya yakin, aku pasti mampu. Aku pasti mampu mengubah rasa kehilangan menjadi kekuatan di pagi hari. Aku pasti mampu mengubah rasa duka menjadi semangat. Menjadi alasan untuk tidak hedon, dan lebih bisa menata segalanya. Hari itu, mamabertanya "Kita selajutnya gimana ya Lin ?" aku langsung membuang muka dan menangis dalamdiam. Mungkin pertanyaan itu adalah pertanyaan paling dasar setelah kita kehilangan seseorang, apalagi dia begitu penting."Ma, selanjutnya dan seperti hari-hari sebelumnya, kita akan mampu menjalani hari demi hari serta tetap dengan memohon kepada Allah agar diberi kekuatan, selanjutnya kita akan jadi orang yang lebih kuat dari s...
Tidakkah ini kasat mata ? Atau aku memang berusaha menutupinya. Apakah ini tak kasat mata ? Atau aku yang terlalu berharap dirangkul olehmu. Aku tak ingin bicara. Kemarilah, berikan aku pundak kirimu Bersandarlah pada sofa ini, sebab aku tak ingin bicara.
Komentar
Posting Komentar