Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Bulan-Bulanan

Mengapa "Terima kasih" menjadi kata andalanmu, membuatku seolah sangat jahat dan kau adalah Cinderella yang sangat tabah menerima segala tingkah jahatku. Aku sekonyong-konyong terdiam dan membaca ulang semua chat yang tersisa. "Apa aku jahat ?" aku baca 3 - 5 kali, lalu aku hapus chat serta merta nomer mu yang tidak pernah aku simpan. Lalu aku menjauh dari handphone, melanjutkan membaca, meminum kopi, atau menulis hal yang semacam ini. Terimakasih adalah sarung tinju dan aku adalah samsak, kalau kau menginginkan aku jadi bulan-bulanan, kamu sukses sayang. Semoga lekas sembuh.

Tentang Ketidakpahaman

Sekarang-sekarang ini, ada yang sedang menggebu-gebu semangatnya untuk meningkatkan minat baca orang indonesia yang katanya kerdil. Aturan seperti baca 5 menit sebelum masuk ke mata pelajaran di sekolah, membuat perpustakaan daerah sebanyak-banyaknya, membangun perpustakaan tertinggi se Asia Tenggara. Mengadakan workshop, seminar dll yang ada kaitannya dengan dunia literasi. Berhasilkah ? Menurutku tidak. Setelah menonton video Pandji tentang minat baca, aku terdiam lantas menggerutu sendiri ( iya juga ya ). Banyak di antara kita yang tidak tahu minatnya apa, sehingga tidak tau mau baca apa, tidak tertarik dengan pengetahuan, dan bahkan tidak tertarik untuk mengetahui sesuatu. Dari video Pandji itu, aku mencari tahu lebih banyak lagi, ya Pandi benar lagi, setelah menonton videonya aku masih haus tentang dunia literasi. Ketika si Bedu minat terhadap tehnik elektro, dia menonton video tentang tehnik elektro, membaca artikel yang pastinya tidak memuaskan rasa hausnya, maka tok...

Hari ke 40

40 hari tanpa sosok Ayah. Yang tersulit setelah rasa kehilangan yang mendalam adalah membangun lagi mimpi-mimpi. menata kehidupan dengan tokoh yang tidak lagi lengkap,maka peran ganda akan disandang salah satunya. "Bagaimana selanjutnya ?" pertanyaan ini menggantung di mata, tapi tak pernah sekalipun aku ucapkan, aku hanya yakin, aku pasti mampu. Aku pasti mampu mengubah rasa kehilangan menjadi kekuatan di pagi hari. Aku pasti mampu mengubah rasa duka menjadi semangat. Menjadi alasan untuk tidak hedon, dan lebih bisa menata segalanya. Hari itu, mamabertanya "Kita selajutnya gimana ya Lin ?" aku langsung membuang muka dan menangis dalamdiam. Mungkin pertanyaan itu adalah pertanyaan paling dasar setelah kita kehilangan seseorang, apalagi dia begitu penting."Ma, selanjutnya dan seperti hari-hari sebelumnya, kita akan mampu menjalani hari demi hari serta tetap dengan memohon kepada Allah agar diberi kekuatan, selanjutnya kita akan jadi orang yang lebih kuat dari s...

Bulan Suci

Bulan suci ini, akan sangat berbeda dari yang lalu. Akan ada tangis, akan ada rindu dimana-mana. Akan ada doa yang melantun jernih, dan akan selalu ada tempat baginya. -Sejujurnya, aku sangat rindu.

Larut

orang berlalu dengan cepat tapi aku larut dalam kehilangan, walau tak terlihat tapi masih dan akan selalu ada, larut dan kau minum, menjadi zat yang  sarinya diambil ususmu, lalu aku mendarah daging di dalamnya.

HAM-PA

Saya dalam keadaan sehat untuk menyampaikan bahwa saya tidak baik-baik saja, sampai detik ini kehilangan masih menyelimuti saya. Bahkan orang lain yang biasanya tidak tahu kondisi saya, dapat dengan mudah merangkul saya, menangis bersama saya dan mengatakan hal yang baik-baik tentang suatu kepergian. "Ikhlaskan, mungkin memang harus begini" Semua intinya seperti itu, hanya beda pemilihan kosa kata. Untuk kali ini saya memang benar-benar kehilangan, karena saya sudah tidak punya akses menghubunginya, kalaupun ada mungkin lewat mimpi dan rajutan doa. Karena kosong adalah isi, maka saya sebut ini hampa. Kepadanya yang hilang dari kehidupan saya Pasti kau sudah bahagia di sana. Entah lewat mana saya titipkan salam rindu saya.

Sekarang.

Lucunya, gue sekarang jadi pendiem. Lebih suka mendengarkan lalu menulis, lalu membaca, lalu tertidur, dan buang air. Orang-orang sudah terlalu berisik, berkoar sana sini, yang satu membenarkan suatu pernyataan dengan apapun alasannya, yang satu menyalahkan suatu pernyataan dengan membabi buta, ah udah babi buta lagi.   Dulu, waktu pertama kali iklan beng-beng keluar, gue jijik banget sumpah, gara-gara beng-beng dingin ama enggak aja, pasangan itu harus putus, goblok! Pembodohan. Tapi sekarang,   gue sadar, tempat gue hidup ternyata jauh lebih menjijikan, beda argumen fitnah-fitnahan, beda pilihan ngotot-ngototan, beda organisasi maen bacok-bacokan. Gue sumpek, gerah, ternyata benar kata aw karin, lo semualah yang paling benar, lo semua nilai kita dari luar, tatoan tapi gak pake narkoba!   Semua merasa jadi   yang benar, apapun yang mendukung argumen dia, di copy paste, buat jadi rujukan, nih loh menurut koran yang ada di internet gue bener! Gue bener! Lo m...

Untukmu yang di Papua

Untuk mu yang sedang di Papua Aku sedang belajar matematika Sebelum akhirnya aku muak Lalu diam dan tiba-tiba saja melihatmu                   Terbayang saat pertama jumpa Bertemu kamu lalu merubah hariku Merubahku dan semua tentang hidupku Aku rindu kita bersaut-sautan dalam debat Saling bertukar cerita dan ide Lalu merangkumnya dalam satu wacana Tapi tiba-tiba kau pergi Meninggalkan aku dan segala wacana kita Meninggalkan ide yang ingin beradu dengan dirimu Meninggalkan aku dengan seribu tanda tanya Sedang apa kau di sana ? Kapan kembali ? Kapan kita berdebat lagi ? Aku bingung dengan semua pertanyaan Bagaimana ini bagaimana itu aku tak tau harus jawab apa Selain membicarakan fakta dan sedikit ngelantur Lalu setelah itu aku justeru terlihat bodoh Atas semua pencapaian ini Sebenarnya mengapa ? Apa yang ingin ku buat ? Mengapa harus in...

Untuk KPPJ

Terimakasih telah lahir dan bersamaku terimakasih telah mau menjadi pembunuh bosanku Terimakasih telah bersedia mengisi tahun emas ku Tak ada alasan istimewa untuk suatu perkumpulan yang ada gunanya Tidak ada alasan keren yang mengajak kita untuk terus burupaya Tidak ada penghargaan yang patut di sandingkan dengan kalian Orang bertanya mengapa ini mengapa itu Tapi aku sungguh buta alasan Tak ada yang istimewa kecuali waktu yang kita ciptakan Tak ada yang meriah kecuali kebersamaan kita Tidak ada yang berharga kecuali kesaudaran kita Sesungguhnya kita hanyalah insan yang tak mau terbunuh percuma Sesungguhnya kita adalah orang yang biasa saja kecuali pada kepekaan Para pembuang waktu yang tak tau entah sampai kapan waktunya lebih tersisa Pergi lalu rindu Bersama lalu bersua Sebulanku kemarin bagaikan seonggok daging tak bernayawa Hening senyap dan jenuh bosan tanpa jeda pariwara Begitulah aku jika tak ada tawa dari bibir kalian Tak ada berisik yang ditangkap tel...

AKU VS ( DAN ) KORUPSI

Pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Kata-kata itu terus berputar di atas kepalaku, menyangkut di monitor komputer lalu hanya diam di sana sampai aku sudah tidak menggubrisnya lagi. Apa yang ada di kepalamu ketika aku menyebutkan anggota MPR atau anggota DPR ? 1.        Bapak-bpak gendut berdasi 2.        Gedung hijau yang ada di senayan 3.        Korupsi 4.        Rapat kosong 5.        Gajinya gede segede janjinya Sialnya kata korupsi nyaris selalu ada saat aku menyurvei beberapa temanku. Bukan miris, kita sudah tau itu dari dulu kan ? Bahwasannya korupsi memang nyata, sangat nyata bahkan melekat pada diri hampir setiap orang. Mengapa aku yakin benar bahwa korupsi melekat pada diri hampir setiap orang ? karenaaaaaaaaa Pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Pagi ini aku Ujian Sekolah berbasis komputer, hanya ada...