HAM-PA

Saya dalam keadaan sehat untuk menyampaikan bahwa saya tidak baik-baik saja, sampai detik ini kehilangan masih menyelimuti saya. Bahkan orang lain yang biasanya tidak tahu kondisi saya, dapat dengan mudah merangkul saya, menangis bersama saya dan mengatakan hal yang baik-baik tentang suatu kepergian. "Ikhlaskan, mungkin memang harus begini" Semua intinya seperti itu, hanya beda pemilihan kosa kata.
Untuk kali ini saya memang benar-benar kehilangan, karena saya sudah tidak punya akses menghubunginya, kalaupun ada mungkin lewat mimpi dan rajutan doa.
Karena kosong adalah isi, maka saya sebut ini hampa.
Kepadanya yang hilang dari kehidupan saya
Pasti kau sudah bahagia di sana.
Entah lewat mana saya titipkan salam rindu saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis

Hari ke 40

Kesedihan