puisi tema keragaman adalah kekayaan bangsa



PELANGI PERTIWI
oleh : belinda angraini 8
Pada senja yang kutunggu
Di suatu sore di sunda kelapa
Pada kapal-kapal yang bersandar malas
Di satu sore di teluk Jakarta

Ada kesal yang membuncah
Dari rasa letih yang berulah
Dari rasa penat yang diasingkan seharian
Juga lapar dan dahaga yang terabaikan

Sore itu…
Aku berjalan menisir semenanjung
Berharap bertemu senja yang agung
Berharap seandainya langit
Mau menurunkan sedikit sayapnya
Biar aku bias menjenguk bias-bias keemasan yang megah
Hening yang akmal
Dari dawai yang paling merdu

Aku ingin bercengkrama pada cakrawala
Pada biru yang bersetubuh pada senja
Lalu bercerita tentang secangkir sejarah batavia

Namun aku salah menunggu
Bukan jingga merah atau biru
Melainkan langit kelabu yang menyapa dengan lugu

Gerimis mempercepat kelam
Juga kepak elang yang menyinggung muram

Bodoh memang
Seharusnya aku bertanya
Susah saatnyakah
ketimbang apa yang lamat-lamat aku nikmati
di lorong detik dan menit kini

aku mengutuk sore itu
menghardik hujan yang usir senjaku


sungguh diriku belajar akrab
dengan kekecewaan yang timbul dari pengharapan
terpaksa aku telan pil-pil pahit itu
setidaknya sebagai penambah tenaga
agar aku bisa berlalu

tiada lagi…
aku sendiri
berjalan berlalu masih pengap harap

pun hujan kini telah berganti buih
yang menghempas keudara

sesaat sebelum berlalu
ku toleh lagi laut itu
berharap masih ada noktah keemasan
yang tertinggal..

sungguh kegilaaan yang tak berujung
seonggok pelangi terlahir
dari senja yang hamper mati
indahnya indah lalu kata indah
tak cukup lagi mewakili

secercah jingga yang menampik kelabu
pelangi yang sayu
burung camar yang merdu
serta kapal-kapal yang mendayu

aku tarik kembali kutukanku
aku jatuh hati pada sore itu
pada saat-saat yang tak pernah abadi
kecuali pada apa yang tertulis dalam nurani

ternyata biru merah adalah biasa
sebaliknya
pelangi dengan aneka warna
membuatny aindah membuatnya kaya

seperti negeri ini
negeri yang sialnya aku cinta
Indonesia
Aneka warna aneka budaya
Macam-macam bahasa
Macam-macam rupanya
Berpadu menjadi simfoni I ndah nan merdu

Tak terpungkiri
Tak terperi
Kalau aku jatuh hati
Pada negeri ini
Pada pelangi pertiwi



itu tadi puisi buatan gue, semoga bisa menjadi referensi buat kalian yang akan lomba di manado
dan telah meninggalkan gue disini. di warnet yang banyak nyamuk. inget! jangan kopas. percuma juga elo kopas. juri-juri juga pada tau. kan mereka juga punya hape yang ada googlenya. emang elo doang. 
selamat berjuang bye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis

Hari ke 40

Kesedihan