PUISI TENTANG IBU
BERIKUT INI PUISI BERTEMA IBU, KALIAN BOLEH MENCOPAS! TAPI INGAT!! CANTUMKAN NAMA PENGARANG!! CANTUMKAN!!
IBU
KARYA : JOMBLO
Sikisut pekerja keras
Paruh baya yang tegar
Situa yang terlecehkan
Sigendut yang bersemangat
Lelapmu istirahatmu
Maafmu surgaku
Senyummu pahalaku
Tangismu siksaku
Kecilku menyusahkan
Dewasaku melupakan
Hinalah aku bu
Tamparlah aku
Caci makilah aku
Betapa lembut hatimu
Bahkan hanya menghinaku
Kau tak pernah sanggup
Demi buih embun pagi
Betapa durhakanya aku ini
Mengacuhkannya
Bagai si tuli
Sehatlah ibu
Sehatlah
Kucoba hapus dosaku
Walau takkn pernah setimpal
RINDU
KARYA : JOMBLO
Malam ini kau begitu cantik
Senyum khas melintas wajah
Mata sayu nan lentik
Mengemban kasih tercurah
Kau tak pernah menua
Pelukmu pun masih sama
Dekapmu sehangat biasanya
Sehangat malam-malam sebelumnya
Demi bulir embun pagi
Aku benci matahari
Aku benci perpisahan
Aku ingin dalam dekapan
Aku tak pernah iri
Pada sepasang kekasih
Aku hanya ingin kau disini
Kembali menemani hari
Ini sakit bu
Ini sulit
Aku tak mampu
Ini teramat pahit
Aku rindu
Dekap hangatmu saat ku sakit
Ibu
Bangunkanlah aku layaknya mentari
Senyumlah sepulang aku sekolah
Aku memohon bu
Aku memohon
TIDAK
SPECIAL
KARYA : JOMBLO
Aku tak kenal sajak
Aku tak mengenal baris
Tapi emosiku melonjak
Sehangga rangkaian kata tertulis
Sesosok bayangmu mengispirasi
Pun bergerak tangan ku yang mungil
Senyumku mengembang
Tanda sepenggal kalimat terngiang
Terburu buru ku tuangkan
Agar tak terbuang percuma
Aku memang bukan seniman
Tapi itu membuatmu terdiam
Setetes air mata jatuh
Tanda dirimu terharu
Kau peluk aku
Hingga menyesak nafasmu
Kau dekap aku
Hingga terisak tangismu
Putar terus memutar
Jarum jam tak pernah lelah
Kasihmu tak pernah memudar
Tapi akulah yang berkilah
Gengsi kataku
Hingga maaf menyesak kalbu
Tak mampu ku ucap
Tak bisa ku muat
Syair sajak ini kuselipkan
Tanda aku menyayangimu
Kubuat hanya untukmu
Wahai malaikat yang menawan
MALAIKAT
TANPA SAYAP
KARYA : JOMBLO
Bahagiamu ketika ku mengoceh
Syukurmu ketika ku melangkah
Sabar kau mendikte
Buang penat juga lelah
Tengah malam terjaga
Sudah biasa
Siang kantuk datang
Kau acuh dan hiraukan
Amat pagi kau terbangun
Larut malam kau terlelap
Letih tak dikenal
Kasih yang tertuang
Harap harap harap
Kekuatan terbesarmu
Berharap ku bahagia
Berharap ku berguna
Hura-huraku bersama kawan
sakitku kau rawat
Kau memang malaikat
walau tak bersayap

Komentar
Posting Komentar