Semua orang bahu membahu untuk menghancurkanku.
Sesasat setelah hari ku usai, aku menyadari betapa aku payah, aku kacau, aku gila.
Dan aku sendiri.
Aku tidak yakin bisa menceritakan bagian aib dari kehidupanku, tapi sangat menyakitkan untuk menyimpannya di dalam diri. Rasanya seperti kau berjalan dengan duri tajam yang menancap di telapak kakimu, kau tak bisa mencabutnya, juga harus tetap berjalan.
Aku menangis, teriak sekencang-kencangnya di dalam bantal. Aku muak.
Aku sungguh tidak sekuat itu.
.
.
Aku kehilangan 1kesempatan ku untuk tiba di kampus, aku kehilangan kewarasanku.
Aku tidak sekuat itu.
Mama sering mendapati mataku sembab, lalu bertanya kenapa menangis, haha,
Sesungguhnya tidak ada yang mengerti dan tidak ada yang mau.
Semua sama saja
Menganggap diriku adalah boneka Barbie yang bisa dibanting kesana kemari, dan tetap tidak papa, hanya rambutnya rontok, kakiknya copot dan ya . Aku hancur di dalam.
Semua orang bahu membahu untuk menghancurkanku.
Komentar
Posting Komentar