D
Bulan lalu, aku mulai bekerja di sebuah tempat yang sangat kukagumi semasa SMK, aku sangat menikmati kerja di sini, walaupun, ada banyak tekanan, bosku perfeksionis, dan dia berperut buncit haha. Menyebalkan, sekaligus menjadi cambuk bagi aku yang sangat teledor.
Gedung kantorku mempunyai 3 lantai, sedangkan ruangan kerjaku berada di lantai 1. jam kerja mulai dari jam 9 sampai 8 malam, jam kerja yang Panjang bukan ? Aku biasanya dating lebih pagi dari itu, karena aku harus berangkat Bersama kakak iparku, dia masuk pukul 8, jadilah aku selalu yang terpagi diantara yang lain.
Ada satu orang yang datang lebih pagi dariku, seorang analyst, pria memakai kacamata. Tadinya aku tidak mengenalnya dengan baik, karena kami menekuni hal yang berbeda, juga tidak ada proyek yang harus dikerjakan Bersama. Sampai suatu hari, kami saling sapa dan memulai obrolan. Aku mulai tau kalau dia ternayata mempunyai camera, senang jalan-jalan dan menyukai kopi. Sial, obrolan hari itu membawaku memasuki dunianya, dan itu seru.
Hari itu, aku harus ke lantai 2 menemui L, perempuan yang baik, aku suka meminta bantuannya kalau kesulitan, dan dia dengan senang hati membantu. Meja L tepat di sebelah kiri meja D, jadi ketika aku ke meja L pasti aku melewati meja D. Di meja D ada beberapa buku bacaan, salah satu diantaranya adalah buku tentang kopi yang aku cari-cari. Aku yakin muka ku pasti berseri-seri ketika melihat buku itu. Tanpa basa-basi aku langsung menanyakan, apakah buku itu sudah selesai dibaca. Dan ternyata belum, aku bilang kalau sudah selesai kabari, haha.
Sejak saat itu, di pagi hari sambil menunggu pukul 9, kami berbincang banyak hal, D orang yang menyenangkan, dan aku yakin dia partner kerja yang baik. Obrolan kami mulai kemana-mana, mungkin karena kehabisan topik, sebab tiap hari kami mengobrol, karena memang hanya ada kami berdua.
Semakin lama, D dan aku semakin sering berbincang, bahkan dia membantu, sangat membantu beberapa proyek yang kubuat, aku tak tau lagi bagaimana hasilnya jika dia tidak membantuku. proyek itu berhasil dengan sangat sukses menurutku, mengingat itu adalah proyek pertamaku di tempat ini.
Suatu hari, aku hendak menemui L untuk meminjam beberapa alat, ada D juga di sana, kami bercanda beberapa saat, lalu L tiba-tiba berkata "Haha, Istrilu kasian amat"
Aku kaget bukan main, malah aku berusaha menutupi ekspresi kaget dari mukaku.
Aku memang tidak pandai menebak usia orang, menebak apakah lelaki itu beristri atau tidak, aku hanya biisa membedakannya dari cincin, dan D tidak memiliki itu, D juga sering berpergian selepas jam kerja, maksudku dia bertingkah seolah tidak ada tempat pulang, tidak ada yang menunggunya di rumah, akun instagramnya juga menunjukkan tempat-tempat yang dia kunjungi, beberapa foto makanan, kopi, tidak ada yang menununjukkan kalau dia punya keluarga.
Aku bukannya naksir D, tapi aku memikirkan, betapa mudahnya lelaki menutupi statusnya, menikah atau tidak menikah, selama dia berkeliaran bebas dan tanpa istrinya. Atasanku bernama Faisal, dia berumur 30, dan mempunyai 3 anak, akupun mengira dia belum menikah saat pertama kali aku bertemu. Aku bertanya dengan Faisal yang juga tidak memakai cincin, "Kalau lagi di luar dan tiba-tiba ada cewek cantik nanya, pak Faisal punya istri apa engga, bapak jawab apa ?" Dan jawabanya begini. "Tergantung, kalau emang memungkinkan ya, bilang belum". Aku menegaskan bahwa pertanyaanku serius, dan dia kembali menegaskan "Lelaki selangkah dari rumah, itu gatau lagi, beda sama di rumah, kalau lurus ya bagus"
Sialan
Aku ke kitchen, saat ada beberapa ob yang bercanda, "lelaki selingkuh bukan karena niat, tapi masih laku, hahahah"
mendengar itu, aku mengepal erat tanganku. Apa semua lelaki seperti itu ? Apa sebodoh itu para perempuan ?
Aku iseng mengobrol dengan satpam sambil bercanda-canda. "Ya, laki mah jangan di rante neng, jangan digenggem erat, kayak pasir aja, kalo kita genggem malah buyar, tapi emang gitu si neng, biar gak bosen harus maen dikit lah, daripada bosen terus bubar ?"
WTF
seberkuasa itu kah laki-laki ?
Aku memikirkan bagaimana jika suamiku semenenyenangkan D dengan rekan kerjanya, bagaimana kalau aku tidak tau, tidak pernah tau kalau D ternyata mempunyai istri, bagaimana kalau D adalah lelaki yang seperti diatas itu ?
Aku sempat makan siang Bersama D, walaupun saat itu kita makan siang Bersama karena dia dan aku kebetulan ingin makanan yang pedas, dan mie ayam adalah favorit kami, jadilah kami pergi berdua. Tak ada yang istimewa, tapi tetap saja, witing trisno jalaran soko kulino kan ? Apalagi D mempunyai hal-hal yang sama dengan yang kuimpikan, suka traveling, suka kopi, menyukai fotografi, dan mempunyai koleksi buku. Bukan tidak mungkin dalam 3 atau 5 bulan ke depan aku benar-benar menyuakainya.
Aku sepertinya harus membuat siasat untuk mencegah aku menyukai pria yang salah. Omong-omong para wanita, bagaimana pendapatmu ?
Komentar
Posting Komentar